Dalam contoh di atas, proses akan dieksekusi dalam urutan P2, P4, P1, dan P3 berdasarkan waktu burst time terpendek.

Metode SJF merupakan salah satu algoritma penjadwalan yang efisien dalam mengurangi waktu tunggu rata-rata proses. Meskipun memiliki beberapa kelemahan, seperti masalah estimasi burst time dan kelaparan, SJF tetap menjadi pilihan yang baik dalam situasi di mana waktu eksekusi dapat diprediksi dengan akurat. Algoritma ini sangat berguna dalam sistem operasi untuk meningkatkan efisiensi pemrosesan dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya CPU